Konflik

1131 Kata

Konflik   Aisyah duduk di depan Anthoni tanpa suara. Anthoni memanggil pelayan. "Kau mau pesan apa?" tanya Anthoni lembut, hatinya tergetar melihat mata penuh amarah Aisyah. Dia membayangkan bagaimana mata itu menyorotnya kala dia membuatnya klimaks di bawahnya. Ah pasti mempesona, batin Anthoni m***m. "Tidak perlu, aku buru-buru," sahut Aisyah tajam tak mau memberi harapan untuk lelaki di depannya. Aisyah paham dengan arti tatapan m***m Anthoni barusan. Menjijikkan! Batin Aisyah mengumpat. "Tidak sabaran ternyata," ejek Anthoni, tapi tak berpengaruh bagi Aisyah. "Kalau kau hanya menggodaku lebih baik aku pulang saja," kata Aisyah jengah, dia bangkit hendak pergi. Tapi Anthoni segera memberikannya beberapa lembar foto. Aisyah tidak mau terpengaruh begitu saja. Sekarang semua orang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN