“Aku ingin menemui Zeta.” Jeffrey menghentakkan tangannya ke arah keyboard lalu menyandarkan kepala pada sandaran kursi. “Demi Tuhan aku merindukannya Anton. Aku ingin bertemu dengannya. Bagaimana mungkin aku tak boleh menemuinya dalam waktu dekat ini?” Anton yang duduk tak jauh darinya menoleh sesaat kemudian menatap layar laptopnya lagi. “Kau harus bisa mengendalikan dirimu Jeffrey. Setelah itu barulah aku akan memberimu ijin.” “Memang kau siapa sampai-sampai aku harus mendapatkan ijinmu?!” Anton menghembuskan nafas, lalu menatap Jeffrey dengan tatapan malas. “Terakhir kali kau tidak mendengarkanku apa yang terjadi pada hubungan kalian?” Jeffrey bungkam. “Sudah kukatakan untuk menahan dirimu! Kau harus belajar menahan dirimu Jeffrey! Sampai kau bisa menahan dirimu se

