“Appa!!!” Anton menyambut Minhee dalam dekapan hangatnya. Setelah hampir dua minggu ia tak menemui anak laki-laki itu akhirnya hari ini ia mulai memberanikan diri untuk menemui anak laki-laki itu kembali. Memeluknya kemudian membalas senyumannya. “Apakah les-nya sudah selesai?” Minhee mengangguk dengan cepat. “Appa menjemput Minhee? Appa akan mengantar Minhee pulang? Appa! Minhee rindu ... Appa kemana saja?” Anton merasakan matanya memanas, terharu setelah mendengar penuturan yang ia dengar. Ia tak menduga Minhee ternyata akan merindukannya seperti ini. Ia tak menduga Minhee terasa kehilangannya. Ia pikir Minhee akan melupakannya. Ia pikir Minhee juga hanya akan menganggapnya angin lalu. Tapi sepertinya ... tidak? anak laki-laki itu justru menyambutnya dengan begitu hang

