Malam ini, Rania harus menjalankan tugasnya untuk piket malam. Masih selalu mengenakan setelan serba biru, mojang Bandung itu membawa papan dan buku catatan serta pena, sekaligus masker yang kini menjadi benda yang selalu lekat dengan semua orang di masa pandemi. Rania berkeliling di berbagai bangsal. Dari kamar ke kamar untuk mengecek perkembangan kesehatan anak-anak yang dirawat. Ia mencatat betul satu persatu. Jika ada orang tua wali yang masih terjaga, Rania tak sungkan untuk sedikit mengobrol. Mulai dari kesehatan dan perkembangan anak mereka, hingga hal sederhana lainnya. Lalu, gadis bertudung islami pemilik pipi chubby itu lantas keluar dari bangsal sambil tetap fokus pada tulisannya. Sesekali mulutnya ikut bergumam. Riuh mengalir bagai gerimis.

