61

1860 Kata

Gideon roboh di belakang Ben dengan suara berdebum keras. Ben menoleh dan melihat darah mengalir dari punggung pria itu. Mata Gideon membelalak menatap Ben sementara satu tangan pria itu memegang pistol, yang Ben asumsikan, akan ditembakkan kepadanya tadi sebelum Christian menumbangkan pria itu lebih dulu. Mata itu kini bergerak-gerak sementara tangannya menggapai-gapai dengan susah payah ke arah Ben. Apa yang dirasakan karena peluru itu benar-benar menyakitkan. Ben sudah pernah mengalaminya dan ia masih tidak bisa melupakan rasa sakitnya. Timah panas itu menembus kulitnya dan mengoyak syaraf-syarat tubuhnya. Akan jauh lebih baik langsung mati atau pingsan daripada masih dalam keadaan sadar seperti itu karena hal tersebut sangat menyakitkan. Polisi berdatangan, dan dalam sekejap, tempat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN