“Ben?” Ben menoleh dari kegiatannya memeriksa laporan perusahaan, dan menutup laptop saat Mary mendekat padanya. “Kenapa kau belum tidur?” tanyanya sambil tersenyum. Ini sudah cukup larut dan seharusnya Mary beristirahat. Sesuai pembicaraan mereka dengan Thomas, pengacaranya, besok mereka harus pergi ke kantor polisi setempat untuk laporan kekerasan juga penculikan yang Gideon lakukan dan meminta surat visum sebagai bukti dalam berkas perceraian yang Mary ajukan. Setelah itu, Thomas akan memasukkannya ke pengadilan dan menunggu sampai Gideon menerima surat dari pengadilan untuk melakukan sidang. “Aku…” Gadis itu memainkan ujung baju tidurnya dengan gugup hingga membuat Ben kembali teringat pada Valerie yang malang. Mary belum sepenuhnya kembali seperti diri gadis itu yang dulu. Terl

