Menikati hari liburnya, Olin memilih untuk berjalan-jalan. Dia tidak bisa jika terus berada di rumah tanpa melakukan apapun. Oleh karena itu dia memutuskan untuk pergi dengan menggunakan motornya. Dia hanya sendiri karena Gevan harus kembali ke rumah sakit setelah mengantarnya berbelanja. Sedikit demi sedikit Olin tahu betapa sibuknya pria itu. Saat di lampu merah, mata Olin mengedar ke segala arah. Dia menyipit agar bisa melihat dengan jelas dan juga untuk menghalau sinar matahari. Dia sedang mencari seseorang saat ini, seorang anak yang sudah lama tidak ia temui. Alif, bagaimana kabar anak itu? "Apa beneran Alif pindah lapak ya? Gara-gara si gerandong pasti ini," rutuk Olin. Meskipun tidak bertemu dengan Alif tapi dia tetap berusaha mencarinya. Olin berkeliling di setiap lampu mer

