Memasuki ruang istirahat para dokter, Gevan mulai melepaskan snelli-nya. Jam kerjanya baru saja berakhir dan dia berniat untuk bersantai sebentar sebelum pulang. Gevan memilih untuk duduk di sofa sambil merenggangkan punggungnya. Dia baru saja selesai mengoperasi pasien sekama empat jam. Oleh karena itu dia butuh kopi untuk merilekskan diri. "Mau saya buatin kopi, Dok?" tanya Eca, kekasih Martin yang baru saja masuk. Gevan membuka matanya dan mengangguk pelan, "Boleh." Kepala Gevan mengedar ke segala arah, "Di mana Martin? Jam praktek udah selesai kan?" Eca menunjuk ujung ruangan dengan dagunya. Di sana Gevan melihat Martin yang tengah berbaring di sofa sambil mengangkat tangan kanannya. "Gue di sini," lanjut Martin sambil membuka snelli yang sedari tadi menutupi wajahnya agar bisa t

