Di depan sebuah rumah yang sederhana, Gevan tampak merapikan kemejanya. Dia berdiri di samping mobil untuk menunggu Olin siap. Seperti janjinya semalam, Gevan berniat untuk mengantar kekasihnya bekerja. Mungkin Gevan akan sering melakukannya mulai saat ini, karena melihat wajah manis Olin adalah salah satu hal yang ia sukai. Perubahan yang ada di diri Gevan terihat begitu jelas dan terjadi begitu cepat. Hanya butuh waktu beberapa bulan dia sudah mantap dengan keputusannya. Gevan sudah memiliki tujuan hidup sekarang, yaitu membahagiakan Olin. Jika diminta untuk menikah detik ini juga, maka Gevan akan siap sedia. Toh dia sudah siap segalanya. Hanya saja semua keputusan kembali di tangan Olin. Gevan tidak ingin memaksa wanita itu yang bisa membuatnya lari. Menjadi kekasih Olin saja sudah me

