Bab 62

3197 Kata

Tangannya langsung berusaha menutupi lehernya, lalu buru-buru menunduk agar wajahnya tak terlalu jelas terlihat. “I-itu, Mbak…” ia mencari alasan secepatnya, napasnya sedikit terputus. “Tadi aku kena getah daun ubi. Gatel, makanya aku garuk.” Marinka yang berada di ranjang itu diam sejenak. Matanya sempat singgah ke wajah Lara, lalu ke arah lehernya. Ia tidak bertanya lebih lanjut, hanya mengangguk kecil sambil tersenyum tipis. “Oh… pantesan, ya.” Lara mengangguk buru-buru, seolah ingin menutup percakapan itu secepatnya. Tangannya meremas ujung bajunya sendiri, menahan gemetar. Suasana kamar sempat hening beberapa detik, hanya terdengar suara langkah orang-orang di luar yang sedang membereskan rumah. Marinka lalu melanjutkan, “Lara, Aku di sini kan mau bantu-bantu kamu. Malah jadi aku y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN