Begitu melihat Dipta berdiri di ambang pintu, Lara langsung tegang. Tubuhnya tiba-tiba terasa kaku, dengan mata yang sedikit membelalak keheranan. “M-Mas Dipta… kenapa Mas bisa ada di sini?” tanyanya cepat, bahkan nada suaranya bergetar. Wajahnya jelas panik, seakan takut seseorang akan tiba-tiba muncul dari belakang Dipta. Jantungnya berdetak makin keras membayangkan kalau saja Niko masuk kamar dan melihat mereka. Dipta buru-buru melangkah masuk, berusaha menenangkan dengan nada lembut. “Tenang, Ra… aku ke sini cuma mau jenguk kamu. Nggak ada maksud lain.” Lara menggigit bibirnya, pandangannya gelisah. “Tapi… kenapa Mas bisa tahu aku di sini?” Dipta menarik kursi, duduk di sisi ranjang sambil menatap Lara penuh rasa cemas. “Bude Lasma yang bilang. Dia kasih tahu kalau kamu sama Bu Rat

