Bab 71

2094 Kata

Udara pagi terasa segar, tapi justru menusuk di d a da Lara. Cahaya matahari menembus dedaunan di halaman belakang rumah besar itu, sementara langkahnya pelan, nyaris tanpa suara, mengikuti Mbok melewati lorong sempit menuju pintu belakang. Setiap detik jantungnya berdetak kencang, seakan bisa terdengar sampai keluar. Suara burung yang biasanya menenangkan kini justru membuat suasana terasa semakin nyata—bahwa mereka sedang melanggar aturan. Begitu pintu belakang dibuka sedikit, Lara tertegun. Di luar, berdiri seorang pria dengan tubuh tegak dan tatapan serius—Dipta. Lara langsung membeku. “M-Mas Dipta…?” suaranya bergetar, nyaris tidak percaya. Dipta hanya mengangguk singkat. “Cepat. Kita harus berangkat sekarang. Sebelum ada yang sadar.” Hati Lara makin gelisah. Semua orang tahu, te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN