“Abs, pleaseeeee!!” Diva menangkupkan dua tangannya dan menatap Abby penuh harap. Sahabatnya itu hanya memandangnya sekilas dan kembali sibuk dengan pekerjaannya menyetrika pakaian. Bahkan, sejak tadi ia seolah tidak memperhatikan Diva yang merengek-rengek padanya. “Abs…” “Diva, kau tahu aku harus bekerja dan kuliah. Aku tidak bisa ambil cuti.” “Aku yang akan mengurusnya untukmu. Please. Aku butuh liburan atau aku akan mati.” Ini adalah hari-hari terberat Diva. Sejak terakhir ia mengirim pesan pada Daniel, pria itu bak hilang ditelan bumi. Daniel tidak membalas pesannya, tidak juga terlihat berkumpul bersama kakaknya dan dua sahabatnya yang lain. Bahkan usaha Diva untuk meminta informasi dari sekretaris Dave yang ada di kantor bersama mereka tidak membuahkan hasil. Daniel menghilang

