Sebuah tangan -yang bisa dipastikan adalah milik seseorang yang amat jahat- menarik rambutnya dengan keras begitu Daniel mengucapkan permintaan itu. Ia menoleh dan langsung berhadapan dengan mata Dave yang Daniel yakin akan segera meloncat keluar dari rongganya. “Jangan sembarangan mencium adikku! Kau pikir dia sama dengan para pelacurmu??” Daniel menghela napas lelah. Ia tahu memang tidak akan semudah itu untuk mendapat 'restu' Dave, tetapi bisa tidak sih Dave memberinya waktu untuk berduaan saja dengan Diva sebentar? “Kakak jangan ikut campur urusanku dengan Daniel!” Bentak Diva dengan galak. Mulai lagi. Setelah ini bisa dipastikan dua saudara ini akan kembali beradu mulut. Tuhan, bagaimana mungkin dua orang yang tidak pernah akur ini bisa menjadi saudara kandung? “Kau adikku! Aku b

