*Happy Reading* Kedua tangan Gina mengepal di kedua sisi tanpa sadar, saat mendengar sindiran kakaknya. Giginya mengatup kuat dengan rahang yang menengang, syarat akan rasa kesal yang sangat ingin dia luapkan. Kenapa kakaknya juga menyalahkannya? "Maksud Mas apa? Apa Mas mau nyalahin Gina atas kepergian Kak Ale?" todong Gina. "Kalau bukan kamu, lalu siapa lagi?" balas Arkana tanpa hati. "Tapi Mas, yang ngusir Kak Ale itu ayah. Bukan Gina. Jadi--" "Tapi ayah melakukannya juga karena kamu, Gina!" sela Arkana cepat. "Karena keegoisan dan kekeras kepalaan kamu!" imbuhnya lagi, makin menyayat hati Gina. "Aku--" "Sudah! Sudah! Kalian kenapa jadi ribut begini, sih?" lerai Ayah Yudis kemudian. "Dewa? Kamu kalau ke sini cuma mau bikin ribut saja, mending kamu pergi. Jangan buat kacau. Kep

