Arkana yang Malang

1068 Kata

*Happy Reading* Arkana mendesah kecewa lagi. Setelah mengecek seluruh ruangan yang ada di sana, tapi tetap tak menemukan orang lain selain dirinya. "Gue rasa, gue beneran udah gila." desah kecewa kembali terdengar, setelah menyugar rambut gondrongnya sedikit keras sambil memindai seluruh ruangan tempatnya berada. "Sekarang ilusi pun kayak nyata banget. Huft ... gue harus nelpon Bunda buat konsul kayaknya," gumamnya bermonolog. Dengan berat hati, pria itu lalu memutar badannya kembali ke arah pintu kamar. Berniat meneruskan mandi yang sempat tertunda. "Kamu gak jadi mandi, Mas?" Namun, baru saja hendak membuka pintu kamar. Arkana mendengar sebuah suara memanggilnya. Membuat pria itu kembali menoleh ke belakang. Tubuh Arkana pun menegang dengan kehadiran Arletta kembali muncul. Kal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN