29. Tak akan tergatikan

1582 Kata

Sementara itu di depan ruangan yang saat ini, Arief dan Rikki sedang duduk di kursi tunggu berjarak 3 kursi. "Terimakasih untuk Airra.." ujar Arief, sambil memandang lurus ke arah depan. Arief berterimakasih kepada Rikki atas pembelaan terhadap Airra yang saat itu Arief tidak bisa melakukannya. "Heh.." smrik Rikki menganggap kakanya sangat lemah dan bodoh. "Terimakasih tidak lah perlu. Karena, saat ini melindungi Airra adalah prioritas Ku, ketika kakak melepaskan tanggung jawab itu." "Seharusnya kakak buka lah mata kakak baik baik, dan siapa Binar sebenarnya.." sindir Rikki agak terdengar geram. Arief terdiam, ia tidak bisa marah kepada Rikki walau ia agak kesal karena melindungi Airra adalah tugasnya ketika Arief melepaskan tanggung jawab itu. Kembali di saat Airra kini sedang meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN