"Makanya kan sudah ku bilang, biar aku lihat! salah mu yang malah berjalan mundur," elak Airra merasa tak ingin di salahkan. "Kau bilang apa bu-ibu! kenapa lu bangun dengan menekan perut ku! rasanya ingin mual tau!" sahut tidak rela Rikki sekaligus menahan rasa sakit. "Diam jangan bergerak mau ku oleskan tidak si!" hardik Airra membalikkan tubuh Rikki dengan tenaganya. Beberapa menit yang lalu kejadian yang membuat perut Rikki terasa sakit dan keram yang di sebabkan oleh Airra. Saat itu Airra tersadar ketika telapak tangannya sedang memegang perut Rikki yang tampak polos tanpa ada kain apa pun yang menutupinya. Awalnya Airra masih melamun memikirkan kapan Rikki membentuk seluruh otot otot yang ada di d**a serta perutnya, tetapi semua ketenangan itu terhenti ketika tatapan Rikki dan Ai

