Drtt ... suara getar ponsel Airra yang saat ini terus berbunyi, setelah pertemuannya dengan Arief kala itu, keseharian Airra sangat berantakkan, ia sering melupakan tugas tugas yang biasanya ia lakukan di rumah maupun di tempat kerja. Tanpa sadar Airra melupakan tanggung jawabnya pada si kembar, yang masih membutuhkan kasih sayang dan perhatian penuh dari orang tua satu satunya. "Halo, ada apa Rik?" jawab santai Airra sehabis mengangkat telephone. "Airra, lu dimana? sudah jam 11 malam lu lupa dengan kedua anak lu ya?" ucap Rikki terdengar sangat marah. Airra tiba tiba tersadar selama beberapa hari ini ia selalu terlarut dalam kesedihannya pada Arief saja, sampai melupakan tanggung jawab yang sedang ia emban kepada dua anak kembarnya. "Dimana lu sekarang, jam 11 malam lu masih di luar?

