"Kamu beneran pacaran sama Rangga? " Itulah pertanyaan yang Diva Terima setelah mengangkat telepon dari sahabatnya. "Apa, sih, Nad... " Nyawa Diva belum terkumpul. Dia masih diatas ranjang dengan mata yang separuh terbuka. "Aku serius ini. " Tekannya. "Apaan? " Diva belum nyambung dengan pembicaraan Nadia. "Kamu masih tidur, ya? Bangun, dong, Diva... Jangan bikin aku penasaran. " Diva pun membuka matanya walaupun masih mengantuk. "Ada apa, sih, Nadia... Pagi-pagi telepon. Ini hari minggu, waktunya males-malesan di rumah. " "Aku nggak bisa males-malesan kalau kamu belum jawab pertanyaan aku. " "Emangnya ada apa? " "Kamu beneran jadian sama Rangga? " Diva menghela nafas dalam. Kenapa juga pagi-pagi ia sudah mendengar nama itu. Dia berharap jika kemari adalah sebuah mimpi.

