Jam baru menunjukkan pukul lima pagi saat ponsel Diva berdering. Tangan gadis itu meraba-raba ponsel yang semalam ia letakkan diatas nakas. "Ha-" Belum juga Diva menyelesaikan ucapannya terdengar tangis dari seberang. Mata Diva yang tadinya setengah terbuka langsung melek. Dia melihat nama si penelepon. Ternyata yang menelepon sepagi ini adalah Nadia. "Halo, Nad. Kamu kenapa kok nangis. Ada apa? " Diva jadi khawatir. Tidak biasanya sahabatnya itu menangis. Biasanya Nadia selalu ceria dan heboh. "Nad, kamu kenapa? Ada apa? Kenapa kami nangis? " Nadia masih menangis di seberang sana. Diva tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Terdengar sebuah notifikasi masuk. Diva mengeceknya dan matanya langsung melebar saat melihat foto benda pipih yang menunjukkan dua garis merah. "Kamu hami

