~Keesokan harinya~ Meski kedekatan persahabatan berbeda jenis kelamin ini terkesan berlebihan di mata orang asing, namun sejatinya mereka tak pernah melewati batas. Biarlah orang berkata apa, karena mereka sendirilah yang mengetahui kebenarannya. Seperti saat Alvaro menginap di apartemen Renata yang selalu tidur di sofa. Mereka juga tak pernah melupakan kewajibannya, yang mana saat subuh datang keduanya segera bersiap untuk menunaikan ibadahnya secara berjamaah. Setelah itu mereka akan sama-sama mengaji sebentar sebelum kembali pada rutinitas hariannya. Seperti sebuah kebiasaan, saat Alvaro menginap Renata akan selalu membuat sarapan dirumah. Padahal biasanya ia hanya akan mengambil selembar roti serta segelas s**u saja untuk sarapannya. “Gimana perasaan lo pagi ini? Udah mendingan?” t

