"Waktu itu, alasan aku mau terima tawaran Adel buat kencan buta adalah karena kamu." ujar Renata ragu-ragu. Alvaro mengernyitkan dahinya bingung. Ia bahkan tak tahu apa-apa tentang rencana kencan buta tersebut. Pria itu bahkan selalu merasa kesal setiap kali Adelia mengutarakan rencananya untuk menjodoh sahabat mereka ini. "Aku? Gimana bisa?" Gadis itu tak langsung menjawab. Ia menghela napasnya dalam-dalam dengan mata tertutup sebelum kembali bersuara. "Aku kecewa kamu mau nikah, padahal udah janji mau nikahin aku pas kita umur tiga puluh." Jawaban itu membuat Alvaro membelalakkan matanya lebar-lebar. Tak pernah sekalipun ia mengira Renata mengharapkan janji yang terlupakan tersebut. Belum lagi sampai beberapa saat yang lalu gadis itu juga masih tampak tak memperdulikan janji asal y

