BAB 45

1514 Kata

"Apa aku bakal punya adik baru, ma?"  Renata bertanya dengan nada super dingin dan tatapan mata yang sangat tajam. Suara bahkan terdengar begitu mengintimidasi hingga wanita yang ia panggil ma dan tak lain adalah Gita itu kesulitan menelan salivanya. Wanita paruh baya itu terlihat gugup seolah baru saja ketahuan mencuri. Namun berbeda dengan pria disampingnya yang tampak begitu tenang seolah kehadiran Renata hanyalah semilir angin yang melewatinya dan tak berharga. "Aku tanya, apa aku akan punya adik lagi?" tanya Renata yang semakin mengeraskan rahangnya dengan mata yang membelalak sempurna. "Re!" Gita berusaha meraih lengan putrinya yang langsung saja wanita itu hempaskan dengan kasar. Rasanya ia sudah terlalu muak dengan semua ucapan Gita. "Yang sopan sama orang tua!" Bersamaan den

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN