"Kadang takdir memang selucu itu, yah! Dan ini adalah permintaan terakhir om Rusdy sebelum beliau meninggal." Entah ini sudah keberapa kalinya Renata menghela napasnya panjang. Ia lelah dengan takdir mereka yang seperti benang kusut. Seberapa kerasnya mereka mencoba mengurai jalan ini, namun pada akhirnya tetap kembali ke titik awal. Seperti angka nol yang tak pernah memiliki ujung. Bukankah ini sangat menyebalkan? "Kok bisa, bun? Gimana ceritanya? Aku belum paham." Cecar Alvaro yang rasa penasarannya sudah ada di ubun-ubun. Renata mengalihkan pandangannya dari sang suami. Ia menatap sisa makanan diatas meja dan pikirannya mulai menerawang pada hari dimana ia diminta menjadi dokter penanggung jawab Rusdy. Saat itu dokter yang merawat pria paruh baya itu memiliki jumlah pasien yang berle

