SRAAKK Pintu geser kamar rawat itu terbuka dari luar, menampakkan sosok dua dewasa dan satu balita. Salah satu diantaranya membawa sebuah tentengan yang sepertinya berisi buah-buahan segar, dan juga bingkisan lainnya. Ketiganya kemudian melesak masuk dengan senyum yang terkembang. Sayangnya, senyum itu redup saat sosok yang mereka cari tak ada di dalam ruangan itu. "Om, tante, apa kabar?" tanya si wanita yang langsung menyalami dua paruh baya yang menunggui kamar rawat tersebut. "Alhamdulillah, baik." jawab keduanya bersamaan. "Al sama Rena kemana?" wanita yang tak lain adalah Adelia itu kembali bertanya. "Lagi kontrol. Tadi pagi Renata pendarahan lagi, jadi dokter harus kasih terapi tambahan." sahut wanita Yuli yang sejak kemarin memang belum beranjak dari ruang rawat menantunya. "G

