~ Empat tahun kemudian ~ Dug dug dug dug dug Suara hentakan kaki yang terdengar konstan seolah menjadi musik yang khas dipagi hari keluarga ini. Belum lagi dengan suara-suara keras khas orang yang terburu-buru menambah semarak pagi yang cerah. Terkadang suara geraman frustrasi serta gelak tawa juga muncul ditengah-tengah kesibukan tersebut. "Ayah, bajuna ini!" seru si gadis kecil yang selalu antusias membantu ayahnya bersiap-siap setiap pagi. Dialah Carina, putri tunggal Alvaro serta Renata yang kini telah berusia lima tahun dan semakin aktif. "Thank you, princess!" sahut sang ayah menerima kemeja dari gantungan yang dibawa putrinya. Sebuah kemeja berwarna cream terang, bahkan cenderung mendekati kuning diberikan oleh Carina dengan senyum cerahnya. Hal ini membuat Alvaro menggelengkan

