"Ayah!" Renata mengguncangkan lengan Alvaro seraya menatap suaminya tersebut semakin cemas. Barulah setelah mendengar suara pekikan serta gaduh, Alvaro tak lagi terlihat santai meski wajahnya masih datar. Ekspresinya tampak terpaku sambil menatap ke lantai atas. Ia sedang berpikir mengenai tindakan apa yang akan diambilnya setelah ini. "Ayah! Kok malah diem aja, sih? Pak Misno sama mbak Sri lagi butuh bantuan!" Renata terus merengek. "Aku lihat keatas, ya?" Saat wanita itu hendak bangkit, Alvaro kembali mencegahnya dan meminta Renata untuk tetap duduk di posisinya. "Ayaahh!" "Aku gak mau kamu kenapa-kenapa, nurut sama aku! Ya?" "Tapi mereka?" "Kita minta bantuan keluar. Aku telfon pak RT dulu biar bantuin!" Alvaro mengeluarkan ponsel yang ada di saku kaosnya. "Gak keburu kalau nung

