Brakk "Assalamualaikum! Ayah, princess, bunda pulang!" Suara menggema wanita itu memenuhi ruangan tamu bergaya minimalis dengan langit-langit setinggi hampir lima meter tersebut. Seulas senyum lebar langsung menghiasi bibir kemerahan wanita itu seiring dengan kehadiran orang-orang yang dipanggilnya. Kedua tangannya merentang lebar serta kedua lututnya segera tertekuk untuk menanti kehadiran dua orang yang sangat dirindukannya sepanjang hari ini. Ia adalah Renata. Sejak masa cutinya habis beberapa bulan yang lalu, ia memulai kembali rutinitasnya sebagai dokter. Alvaro tak pernah sekalipun melarang sang istri untuk tetap bekerja dan dengan senang hati menggantikan peran Renata di rumah selama wanita itu bekerja. Hal ini semata-mata karena Alvaro tidak ingin merenggut salah satu sumber keb

