Sudah Terlambat

3770 Kata

Olive menggerakan kaki tidak tenang, berdiri di depan gerbang sekolah menunggu seseorang. Satu-persatu kendaraan yang memasuki gerbang sekolahnya ia tatap tajam membuat beberapa teman sekolahnya jadi menatapnya aneh. Pasalnya Olive bertindak seperti ketua OSIS yang tengah berdiri menunggu semua murid untuk memeriksa perlengkapan atribut sekolah. Tapi, sayangnya Olive berdiri bukan karena tugas itu. Ia tengah menunggu kedatangan Anas, ia ingin menceritakan semua kejadian yang membuatnya tidak bisa tidur terlelap semalam. Suara motor yang terdengar familiar mendekat membuat ia tersadar dari lamunan. Melihat sosok Anas yang baru saja turun dari motor sang abang langsung ia dekati dengan raut cemas. "Selamat pagi, Anas, Kak Adnan." Adnan yang membantu menurunkan keranjang gorengan jadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN