Bab 9

984 Kata

Bab 9 Luka biru itu sudah membaik setelah dikompres. Kini, Aurora dan kakek Bill ngobrol sejenak sambil berkeliling melihat-lihat hasil pahatan kayu. "Kakimu tidak apa-apa?" tanya Bill. "Tidak, Kek. Tenang saja." Aurora tersenyum. Mereka kembali melanjutkan langkah kaki menuju ruangan ujung di mana ada ukiran berbagai binatang. Sudah lama, Aurora tidak datang berkunjung, tentu saja banyak barang-barang baru yang dipajang. "Kekek yang membuat ini?" tanya Aurora seraya mengangkat kerajinan kayu berbentuk kepala kucing. Warnanya coklat tua mengkilap dengan mata biru seperti dari bahan pernak-pernik yang mahal. Kakek Bill menggeleng. "Kakek sudah tidak ada banyak tenaga untuk membuat barang serumit ini." "Lalu?" Bill memutar pandangan pada sosok pria berbadan kekar dengan celemek yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN