Bab 12 Aurora sudah berlalu masuk ke kamar lebih dulu setelah obrolan di ruang makan membuat dadanya terasa sesak. Aurora memilih mengurung diri di dalam kamar. Ia kunci pintu kamar, lalu berlari naik ke atas ranjang. Ia menangis di sana sambil memeluk ke dua lututnya. Sementara di ruang makan, kini tersisa tiga orang saja. Mungkin ini waktunya untuk bicara masalah serius lagi. "Pernikahan itu tidak main-main," kata Arkan seraya menatap mereka bergantian. "Kamu sendiri sudah berjanji akan mencintai Aurora kan?" Antonio terdiam lalu melengos. Ia seperti ingin menyembunyikan tentang kebenaran itu. Antonio mungkin bisa berbohong di hadapan orang, tapi di dalam hati tentu tidak. Sejujurnya ia mulai menyukai Aurora sejak lama dan pernah terpikirkan untuk coba membangun kemesraan dengan Auro

