Bab 35 Semburat sang surya dari ufuk timur mulai menembus tirai tipis. Sinarnya yang terang, membuat dua mata cantik berkedut-kedut lalu terbuka. Saat sedikit mengangkat wajah, Aurora mendapati jam di dinding sudah menunjukkan pukul enam kurang lima menit. Aurora kemudian menguap. Ia merasakan ada lengan kekar yang melingkar di pinggangnya. Ya, semalam Aurora tidak tidur sendiri. Ada sosok gagah yang menemani, memberi kecupan dan pelukan hangat. Jangan tanyakan bagaimana malam indah mereka lalui, sampai detik ini sungguh Peter belum melakukannya. Huh! Pria itu membuat hati dan pikiran kacau. Embusan yang menyapu bagian tengkuk, membuat Aurora berbalik. Ia berbaring miring mengamati wajah sang suami yang begitu tampan. Aurora tidak pernah terpikirkan kalau pada akhirnya akan menikah lagi

