Bab 41 Astaga! Peter terjungkat begitu saja. Dia terduduk dengan mata membulat sempurna. Napasnya mendadak naik turun dan jantungnya berdegup kencang. "Bagaimana aku bisa ketiduran?" Peter meraup wajahnya lalu melompat dari atas ranjang. Peter buru-buru memakai alas kakinya. Ia rapikan bajunya yang kusut, pun dengan rambutnya. Setelah itu ia berlari ke luar dari kamarnya sambil menjambret kunci motor di gantungan. Ini sudah hampir pukul delapan, penghuni rumah sepertinya sudah pergi semua. Sampai di bawah, Peter hanya sempat berpapasan dengan Teresa, tapi tentu saja tidak Peter hiraukan. "Ada apa dengannya?" batin Teresa sambil menoleh miring dan memandangi punggung Peter yang terus menjauh. Peter menyalakan motornya dengan cepat. Ia tidak toleh-toleh lagi dan melajukan motornya den

