24. Kebebasan yang Pahit

1598 Kata

Siang yang begitu indah, Mark menyebutnya sebagai hari yang cukup mengesankan. Akhirnya, gadis itu menyerahkan diri tanpa ia perlu memaksa, meskipun ia menyadari bahwa ini memang sebuah pemaksaan, yang cukup halus. Sementara itu, Erlita, di kamarnya yang mewah, sedang memikirkan bagaimana ia bisa mengatakan pada ibunya tentang rencana pernikahannya bersama Mark, mantan atasannya. Apa kata ibunya jika tahu ia akan menikahi pria beristri. Kepalanya terasa berat, ia memijitnya perlahan untuk menghilangkan penatnya pikiran yang dirasakan. Setelah sedikit membaik, ia memutuskan untuk menemui ibunya yang tengah beristirahat di kamar. Rumah ini, tidak terlalu besar tapi kamarnya cukup mewah dan Mark sengaja menempatkan dirinya terpisah dari ibunya yang mini ada di lantai atas. Erlita melan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN