Bagai petir tersambar di siang hari, saya sangat terkejut akan apa yang diucapkan oleh suaminya. "Tae bohong kan ?? Tae bohong kan sama Ily?" Ucap Ily dengan nada getir nya. "Tidak sayang ... maafkan aku Ratu .. maafkan aku karena telat mencegah kejadian ini hiks .. hiks" Tae menerapkan Ily dengan erat, padahal ia tidak akan menangis lagi. Tapi Kehilangan seorang anak? Siapa yang tak akan bersedih akan hal itu? "Yang mana?" "Boy ..." ucap Tae dengan lirihnya "Boy ??? .. dan sekarang mana baby girl nya Tae ... Ily mau lihat bayi Ily" "Iya sayang, kita pasti akan liat bayi kita, dan acara pemakaman baby boy sore nanti akan dilaksanakan " " Hiks hiks ... kenapa harus Ily Tae ?? Kenapa bayi kita meninggal, kenapa Ily gak bisa jaga dia ... hiks hiks "Tae tata Ily erat " Sayang .. a

