Tae kini sudah dibolehkan pulang, walau dengan perban yang masih terpasang di kepala dan juga milik. Dan itu yang membuat Ily tetap kekeuh agar Tae tetap di rawat. Tae bukannya tak ingin menuruti kemauan Ily, tapi dia sudah sangat bosan karena selama 2 minggu terus menerus berdiam diri di ruang rawatnya. "Udah ya Ratu ... Tae gapapa kok nih .. liat, udah bisa jalan kan ???" "Ia sihhh .. tapi tetep aja, Ily khawatir Taeeee." "Tenang aja Ratu." Tae dengan refleksnya mencium pipi Ily, dan itu membuat terdiam seperti patung karena merasa malu dengan jantung berdebar kencang dan muka yang memerah. "Eh .. em .. I- Ily .. maaf." Ucap Tae sangat gugup. "ga ... Gapapa Tae, itu tandanya Tae sayang Ily kan ??" "Iyaa .. sayang banget." Dekatkan, kemudian dengan beraninya ia mengatur dengan tang

