Pagi menjelang, kini semua berkumpul di meja makan. Tae melihat istrinya yang nampak cantik dan juga menggemaskan karena mencepol rambutnya dengan menggunakan alat semacam sumpit. Sayang ... sini duduk sama aku " Ily pun menghampiri Tae dengan senyum menghiasi bibirnya. “ Aahhkkk ....” Ily di angkat ke tempat yang berlawanan. Siapa lagi kalau bukan saudara kembar pelakunya. "Ck ... sayang, kayaknya kita harus cepet cepet pindah rumah deh" "Hah ?? Why Tae ??" jujur saja Ily sangat berat meninggalkan rumah ini, karena disinilah ia dibesarkan bersama dengan kedua kakak dan orang tuanya. "Kamunya di monopoli terus" Tae mencebik kesal dengan muka cemberutnya Tae menatap piring kosong yang ada di hadapannya. Para orang hanya terkekeh melihat perilaku Tae. Oohhhh cemburuuu- pikir Ily

