Kean kini duduk disamping brangkar Daisy, namun anak yang berada dalam perut Daisy adalah darah dagingnya sendiri. Kean mengangkat dan terulur pada perut rata Daisy. "Hai ... ini Papa, tumbuh dengan sehat ya nak." Daisy mendengar itu karena Daisy tersadar saat Kean menyentuhnya. "Madu??" "Hai ... gimana ?? Masih pusing ??" "Iya .. masih pusing sama lemes, aku kenapa hon ??" Tanya Daisy dengan suara lemahnya. "Kamu .. Kamu hamil sayang." "A..aapa ??? Ini gak mungkin .. pasti !!! Ini gak mungkin !!" "Kamu hamil sayang, disini ada darah daging kita ..." " Tidak !!! aku gak mau ... gimana dengan kuliahku ?, cita-cita aku ?? Keluarga aku ?? Aku gak mau Ke ... aku gak mau hamil." "Terus bagaimana ??? Kamu mau gugurkan kandungan ini hah ?? Kamu mau jadi pembunuh ?? Ini anak kita Daisy.

