Serangan

1282 Kata

            Ruly gelisah, ini sudah hampir gelap tapi Ruly sama sekali tidak mendapat kesempatan untuk bicara berdua dengan Aphrodite. Dan lebih baik lagi kalau bisa langsung membawanya keluar dari Istana. Tapi sayangnya Edmund selalu menempel pada Aphrodite dan entah kenapa Roussel juga tidak berhenti bicara dengannya sejak pagi. Mengesalkan!             Namun kemudian, Ruly tersenyum senang. Dia mendapat ide. "Tuan putri, bisakah kita ke kamarku sebentar? berdua saja?"             "Ten..." Kata-kata Aphrodite dipotong oleh Edmund.             "Tidak Ruly, Kamu tahu Aku tidak suka berpisah dengan Eve. Walaupun hanya sedetik." Edmund tersenyum menawan. Sangat meyakinkan. "Tidak bisakah kalian bicara disini? Aku bisa menjaga rahasia dengan baik. Percayalah."             Ruly sangat kesa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN