“Sudah selesai.” Ruly membuka pintu gubuk kecil itu mempersilahkan mereka masuk kembali. Ranjang kecil tempat berbaring Aphrodite sudah dihias sederhana dengan beberapa bunga dipinggirannya. Aphrodite sendiri sudah diganti pakaiannya dengan baju yang lebih layak dan bersih. Gaun putih panjang yang ringan. Tangis Edmund semakin tak terkendali. Dia tak kuasa menahan sakit yang menohok dadanya. Edmund berlutut di depan ranjang Aphrodite. Mengiba meminta kekasihnya untuk segera bangun. “Eve... Bangunlah... Eve... Eve....” Ratap Edmund pilu. Satu per satu dari mereka memberi penghormatan terakhir pada Aphrodite. Mendoakan agar Aphrodite mendapat tempat yang baik di atas sana. Edmund hanya terduduk diam di sisi ranjang Aphrodite. Tidak berminat

