Reda membiarkan saja Ta berjalan jauh di belakangnya. Pria itu tak akan apa-apa meski pun mereka tidak pulang bersama, Ta pasti tahu jalan kembali ke rumahnya. Maka, Reda biarkan juga Ta yang membawakan semua barang belanjaan. Tak tampak malas atau keberatan Ta, datar saja, menurut. Reda bosan dan lelah memikirkan pria malam hangatnya. Tidak ada titik temu antara realita dan angan pribadi Reda. Yah, Reda mengikhlaskan saja yang sudah terjadi itu. Sepenuhnya, ia akan menganggap malam itu terlewati bersama Ta, meski kenyataannya Ta sendiri dikebiri dan tak tahu apa-apa tentang segala halnya. Itu sekedar urusan pelik yang Ta belum pernah datang ke ranah mengerikan itu. Biarkan dia tak tahu, begitu saja cara menyelamatkan Ta. Pupuk rasa malasnya. Reda mendadak menghentikan langkah saat di

