Apa yang harus dilakukan? Reda buntu pikiran. Ta sudah mengetahui setiap seluk beluk dirinya, tubuhnya, bahkan mungkin isi kepala Reda. Tak ada yang perlu ditutupi lagi dari pria berkacamata itu. Malu pun percuma, toh sudah terjadi juga. Reda rasa ia cukup memberanikan diri, menebalkan wajahnya dari rasa malu. Ia akan meninggalkan harga diri di belakangnya, saat ini Ta perlu dihadapinya dengan tenang. “Kami tidak sampai melakukannya,” ujar Reda mencoba tenang. Meski begitu, ia gemetar di dalam. Postur tubuh tinggi Ta terlampau mudah untuk melemparnya langsung keluar. “Sungguh! Semua itu di luar kendali kami. Begitulah seharusnya rindu dilepaskan, Ta.” Reda menambahkan senyuman singkat yang disisipi rasa takut dan khawatir. “Bersihkan dirimu,” kata Ta datar kemudian pria itu melangkah

