Bab 81

1463 Kata

Ta tetap menggunakan kacamatanya meski Reda meminta benda itu dilepaskan. Merusak suasana katanya. Sebenarnya Ta suka ide reda itu, khususnya saat ini. Dengan mata telanjang harusnya Ta nikmati gundukan yang Reda busungkan di depannya. Tampak seperti luber tumpah dari mangkuk berenda tipis. Tak terduga ketika Reda mengutarakan harapannya, membuat alis lebat Ta menanjak. “Kau sungguhan mengatakannya?” Ta mengulang kalimat Reda di kepalanya beberapa kali. Wanita gila yang meminta Ta memijat payu-daranya. Mengherankan?! “Ya! Aku tidak peduli juga kau akan berpikir apa. Pentingku saat ini, aku sedang tak malu. Kepalaku sudah ditutup kabut dari warasnya.” Ta menggeleng keras. Sungguh, jika tak ada bekas kepemilikan Arthur di kulit Reda, saat ini habis gila di depannya tak akan selamat dar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN