Saat Red merangkul Shea dengan lembut dan mengajaknya masuk ke apartemennya, pikiran Shea belum pergi dari rasa curiganya terhadap pesan dari Red di ponsel Elisa. Ada dua kemungkinan yang bersarang di kepalanya saat ini: kalau bukan Red yang menghapus pesan di ponselnya dan berbohong pada Shea, maka Elisa lah yang mengarang dan membuat pesan palsu untuk mengelabui rekan sekantornya hanya agar dia terlihat keren masih bisa berhubungan dengan Red sementara mantan teman kencan Red yang lain ditinggal begitu saja. Kendati logikanya lebih percaya pada opsi kedua—karena Shea yakin Red tidak mungkin sempat memikirkan teman kencannya di saat dia sedang sibuk mengurus ibunya—tetap saja Shea tak bisa mengabaikan rasa kesal yang muncul karena pesan dari Red yang ada di ponsel Elisa. "Apa yang kau p

