Pukulan Red yang kesekian kalinya mengarah pada samsak yang menjadi objek sasarannya. Badannya sudah menghasilkan keringat dalam jumlah yang cukup banyak. Tubuhnya basah kuyup. Bahkan, kaus yang tadinya melekat pada badannya, sekarang sudah ditanggalkan karena gerah. Meskipun merasa kelelahan, Red tetap bersikeras melanjutkan kegiatan itu sampai matahari menampakkan wujudnya. Semua itu ia lakukan hanya untuk mengusir rasa sakit yang enggan pergi dari hatinya sejak berakhirnya hubungannya dengan Shea beberapa waktu yang lalu. Kini, ia tak dapat lagi memungkiri kalau Shea memanglah egois. Wanita itu dengan gampangnya memutus hubungan mereka secara sepihak dan tanpa alasan yang jelas. Ia bahkan masih belum tahu apa alasan Shea begitu membenci pekerjaannya. Jika saja Shea menyebutkan alasann

