Dari bandara Silvia menumpang mobil Dastan untuk kembali ke kantor. Silvia meminta Dastan untuk mempercepat langkah dan menambah kecepatan mobil saat meninggalkan pesawat. Suara desingan pesawat membuat tubuh Silvia lemas. Dastan yang memang sudah mengerti soal itu maklmum dan menuruti kemauan Silva. "Tadi pagi-pagi banget, abang lo telepon gue. Dia bilang kalau kemarin Andra ngelamar lo. Gue syok banget. Soalnya Andra nggak bilang apa-apa sebelumnya. Nggak kayak waktu pertama dia ngajak elo jalan, dia banyak tanya-tanya tentang elo dan abang lo." "Ajegile emang si Andra. Gedeg gue sampai sekarang. Minta diterangkan banget. Mestinya dia ngomong dulu lah sama gue. Kan gue ada persiapan gitu." "Itu dia. Asli nekat banget anak itu. Abang lo kan suka nggak ketebak moodnya, lagi baek atau

