Mayang masuk ke kamar hotel yang dijadikan sebagai ruang ganti bagi saudara laki-laki, beberapa saat setelah Andra mengakhiri panggilan teleponnya dengan Nessa. Mayang datang untuk membantu Andra mengenakan baju gadang basiba (baju), sarawa (celana), serong/sisampiang (kain samping), deta/saluak (penutup kepala), dibantu oleh penata rias yang biasa digunakan oleh masyarakat Pariaman jika mengadakan acara baralek gadang (pesta pernikahan). Terakhir, Mayang meletakkan karih (keris) di depan perut Andra di sela kain sarung yang tersampir di pinggang. "Aku ganteng nggak, Ma?" tanya Andra usil. "Iya, kayak Papa deh kamu," ujar Mayang lalu menyentuh kedua pipi Andra dengan telapak tangannya. "Udah siap, Le?" "Insha Allah. Makasih ya Ma, karena udah meruntuhkan ego untuk menyaksikan pernikaha

