Extra Story : Ardi dan Dian

1632 Kata

“Saya aslinya dua orang, pak.” Aku mengucap dengan wajah serius. Ayah dan ibuku mengerutkan alis. Sejenak mereka saling melayangkan pandang. Bingung tergambar jelas dari ekspresi keduanya. Aku dan Dian duduk saling berdampingan sementara posisi orang tuaku berada di seberang meja tamu. Pagi tadi pihak Kemensup mengantar Dian pulang ke rumah. Awalnya ibuku langsung menjerit-jerit girang, mengira anaknya telah kembali berubah kelamin menjadi perempuan. Namun ekspresi di wajah mama langsung membeku tatkala menyadari keberadaanku yang turun dari kamar lantai dua. Bengong di wajah ayah dan ibuku terlihat lucu sekali. Mereka baru sadar, anak semata wayang ini sekarang ada dua, seakan membelah seperti seekor amoeba. Oh iya, bagaimana aku bisa tahu Dian sudah pulang? Tentu saja, karena aku b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN