Bab XXXIV : Qarin

1258 Kata

Mataku setengah terbuka, merasa ragu untuk menatap realitas. Kulihat makhluk aneh tadi sudah menghilang dari hadapan. Keberadaannya digantikan oleh sang pemimpin berukuran raksasa. Dia berdiri mematung di kejauhan, menatapku dengan mata semerah darah. Kulihat para bawahannya membentuk barisan rapi, seakan jarak di antara kami merupakan lahan suci yang harus dihindari. Sosok di penghujung lantas mengucap dengan suara menggema. “Kamu, pemuda yang keberadaannya diserap oleh Qarin miliknya sendiri. Aku bisa mencium residu dari energi [kotak].” [kotak] ini, [kotak] itu. Lama-lama aku merasa muak. Mungkin benar  benda itu yang membuatku menjadi seperti ini. Persetan dengan semuanya, aku hanya ingin kembali menjalani kehidupan normal seperti biasa. Makhluk itu tak memerintahkan bawahannya untu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN